Merenda Pelangi Cinta

Posted by Buku Islami on August - 31 - 2014

Rp. 40.000
Hemat: Rp. 5.000
Rp. 35.000
  • Penulis : Ali Imron El Shirazy
  • Penerbit : Pro U Media
  • Tebal : 324 Halaman
  • Sampul : Soft Cover

 

Novel Merenda Pelangi Cinta. Setelah lima tahun, Pangeran Awan kembali bertemu dengan Putri Pelangi dalam keadaan yang memungkinkan hubungan keduanya bersatu dalam pernikahan. Namun, apakah dalam lima tahun berlalu belum ada nama-nama lain yang singgah di hati keduanya? Andai pun cinta keduanya begitu kuat, akankah keluarga Putri Pelangi — yang juga putri kyai pesantren — mengizinkan gadis putri satu-satunya menikah dengan seorang duda satu anak yang bukan berlatar belakang pesantren? Bagaimanakah takdir akan menghampiri keduanya kali ini? Akankah semua berjalan dengan lancar ataukah takdir manis dan pahit kembali menghampirinya? 

Melalui novel ini penulis ingin menunjukkan percampuran yang dianggap aneh atau baru oleh awam, tetapi bisa jadi suatu hal yang wajar oleh pencinta karya sastra. Sebuahg novel yang menawarkan pada pembaca untuk lepas dari keterkungkungan sastra konvensional. Oleh karena itu, pembaca harus bersiap teliti, cermat, dan bermain teka-teki saat membaca novel ini. Bahkan jangan heran bila nanti gemas, emosi, marah, bercampur aduk di dalam benak hati pembaca.  

Di luar itu, secara isi penulis menawarkan kontroversi, perdebatan, maupun pertentangan; yang olehnya, penulis sudah mempersiapkan diri untuk diingatkan, didebat, bahkan dicaci atau dibenci oleh pembaca-pembaca setia saya yang sudah menikmati karyanya sejak tahun 2006. Ini semua berasal dari muatan-muatan yang penulis pandang benar secara syaríi, tetapi bisa jadi berlawanan dengan hati. Ditulis oleh Ali Imron El Shirazy, sastrawan yang sudah menelurkan Dan Bidadari pun Mencintaimu. Karya yang hangat di Indonesia bahkan juga sudah diterbitkan di negeri Malaysia. Akhirnya, selamat menyelami Merenda Pelangi Cinta!

Testimoni untuk Novel Merenda Pelangi Cinta :

Nuansa eksperimen perkembangan dan hibriditas sastra sangat terasa dalam novel ini. Penulisnya seolah menegaskan bahwa sastra itu inovatif dan kreatif tanpa perlu takut pada batasan kaidah sastra. Novel ini menarik untuk dibaca.

(Habiburrahman El Shirazy, Sastrawan Asia Tenggara dan Sutradara Film)

Be Sociable, Share!