Rp. 32.000
Hemat: Rp. 4.000
Rp. 28.000
  • Judul Novel : Sandiwara Langit
  • Penulis : Abu Umar Basyir
  • Penrbit : Shafa Media Publika
  • Kategori : Novel Islami
  • Tebal : 200 Halaman

Sandiwara Langit merupakan novel kisah nyata islami karya Abu Umar Basyir, Alur novel islami Sandiwara Langit ini sangat menyentuh, menceritakan perjalanan kehidupan dua anak manusia yang dipertemukan dalam ikatan pernikahan yang suci namun berakhir dengan sangat mengharukan. Sang istri tercinta meninggal setelah didera penyakit yang mematikan, padahal sang suami begitu sangat mencintainya.. Belum lagi keharuan mereka saat mereka harus dipaksa bercerai oleh ayah mertua dari pihak istri.. Lika liku mereka dalam menghadapi perpisahan itu begitu sangat menyentuh.

Sinopsis Sandiwara Langit :

“Kami datang, untuk sebuah keperluan yang mungkin tak pernah kamu duga ananda. Setelah perdebatan panjang, dan banyak kisah-kisah di sekitarnya, kami berniat, akan menikahkanmu kembali dengan putri kami, Halimah…..”

“A….pa…? menikahkanku kembali dengan Halimah” Rizqaan tergagap. Ia tak mampu berbicara. Ada kelebatan sinar menyapu otaknya. Sehingga ia nyaris hanya bisa terpaku karena kegembiraan yang tidak terkira.

*************************************

“Abuya….”

“Maaf, aku belum menjadi suamimu lagi….” sela Rizqaan

“Izinkan aku tetap memanggilmu Abuya. Aku tak terbiasa dengan panggilan lain.”

“Baiklah. Ada apa Adinda?”

“Abuya. Apakah abuya siap menikahiku lagi?”

“Adinda Halimah, kenapa aku tidak siap? Dari dulu aku tak pernah berniat menceraikanmu. Aku senantiasa mencintaimu. Hanya karena kita bukan suami istri lagi, aku selalu menindih rasa cintaku itu sekuat mungkin. Tapi bila diberi kesempatan menikahimu lagi, aku tak mungkin menolak.”

“Meskipun misalnya aku memiliki kekurangan yang tidak kumiliki sebelumnya?”

“Kekurangan apa Adinda?”

“Jawab dulu pertanyaanku.”

“Ya. Aku akan menikahimu dengan segala kekuranganmu yang ada. Selama itu bukanlah cacat dalam agamamu yang tidak dapat diperbaiki.” Ujar Rizqaan tegas.

“Abuya. Aku ingin Abuya menikahiku. Karena aku ingin mati dalam keridhaan seorang suami shalih…..” Halimah berhenti sejenak. Ada keharuan yang membuatnya tercekat, sehingga sulit bicara.

“Abuya bisa segera menikahiku. Tapi aku tak tahu, apakah keinginan itu akan tetap ada, setelah Abuya mengetahui kekuranganku sekarang. Abuya, aku baru saja satu minggu yang lalu melakukan check up. Dan aku terbukti mengidap leukimia…” sampai disitu, Halimah terisak. Ia tak mapu melanjutkan bicaranya.

Rizqaan merasa tersentak. Tapi demi Allah, ia tak sedikit pun merasa sedih. Kegembiraan bisa kembali bersama istrinya, tak bisa terkalahkan oleh kesedihan atas kondisi Halimah tersebut.

“Dokter mengklain bahwa usiaku tak akan lebih dari 3-4 bulan saja….” kembali Halimah menangis.

“Aku tidak peduli. Umur ada di tangan Allah. Manusia hanya mapu mengira-ngira. Nyawaku, bisa saja lebih dahulu terenggut daripada nyawamu. Aku akan segera menikahimu. Biarlah Allah yang menentukan akhir perjalanan hidup kita. Bagiku, hidup atau mati bersamamu, dalam “kecintaan” Allah adalah sebuah kenyataan yang paling penuh berkah”. Rizqaan berbicara dengan kayakinan kokoh membelit jiwanya.

*******************************************

Rizqaan dan Halimah kembali hidup berbahagia. Mereka kembali mengulang masa-masa penuh keceriaan di antara mereka. Satu bulan kemudian, anak mereka yang kedua lahir. Ia seorang bayi perempuan yang cantik. Mirip ibunya, Halimah. Bayi itu dilahirkan dengan cara normal. Bayi maupun ibunya sama-sama selamat.

Novel Sandiwara Langit ini akan membuat anda menitiskan air mata karna keharuan ceritanya…

Be Sociable, Share!