Mendidik Dengan Cinta (Buku Laris Psikologi Anak)

Posted by Buku Islami on January - 3 - 2011
cover-mendidik-dengan-cinta
Rp. 100.000
Hemat: Rp. 10.000
Rp. 90.000
  • Penulis : Irawati Istadi
  • Penerbit : Pustaka Inti
  • Sampul : Hard Cover
  • Berat : 1 Kg

Mendidik Dengan Cinta. Mendidik Dengan Cinta merupakan buku perdana karya Irawati Istadi, panduan  tentang Pendidikan Anak yang harus dimiliki oleh setiap orang tua. Mendidik dengan cinta berisikan tentang metode-metode praktis dalam panduan untuk mendidik anak. Dilengkapi juga dengan beberapa fenomena kasus yang berkaitan dengan metode pendidikan anak yang salah sehingga menimbulkan kesalahan yang fatal dalam mendidik anak-anak mereka. Anak-anak yang mereka didik menjadi brutal dan sulit untuk diatur didalam kehidupan keluarga mereka.

“Dasar bandel! Dasar anak nakal! Sudah dibilangin kalau minta susu ya diminum, dihabisin. Nggak malah ditumpahkan ke lantai seperti itu! Susu itu mahal!” Seorang ibu uring-uringan memarahi Fifi, anaknya yang baru berusia 3 tahun. Bagaimana ia tidak jengkel, bila lantai yang baru saja dipel kini kotor lagi oleh tumpahan susu si kecil. Si kecil pun diam sambil menatap wajah ibunya yang kecapekan. Sementara seorang ayah memarahi Latif, anaknya yang kelas satu SD, setelah dilapori wali kelasnya bahwa anaknya itu ketahuan mencuri uang temannya. “Kecil-kecil sudah jadi pencuri! Mau jadi apa kamu kalau besar nanti?” Katanya sambil berkacak pinggang.

Memang, mendidik anak memerlukan kesabaran ekstra. Ada kalanya orang tua kehilangan kontrol saat kondisi fisiknya lelah atau emosinya tidak stabil. Kata-kata makian terhadap anak seperti bandel, nakal, badung, dan sebagainya, seringkali meluncur tanpa dapat ditahan. Padahal, makian atau celaan seperti itu akan sangat menjatuhkan harga diri anak dan berakibat buruk bagi perkembangannya.

Mencerca Pribadi Hancurkan Harga DiriDalam masa perkembangannya semenjak lahir, setiap anak belajar menilai segala sesuatu. Begitu juga yang terjadi pada persoalan penilaian diri. Setiap anak akan menilai dan memandang seperti apa keadaan dirinya sendiri sesuai dengan cara pandang orang tuanya terhadap diri si anak.Apabila pribadinya sering dicerca dengan julukan-julukan buruk seperti anak nakal, bengal, tak tahu aturan, pencuri, bodoh, pemalas, dan sejenisnya, maka akan terbentuk keyakinan dalam diri anak bahwa memang seperti itulah sebenarnya taraf kepribadiannya.

Selanjutnya ia akan merasa wajar jika berbuat nakal, toh ayah ibu menyebutnya ‘anak nakal’.Perkembangan buruk seperti ini bila diteruskan akan sampai pada tahap di mana anak akan selalu berusaha berperilaku sesuai anggapan terhadap kepribadiannya tersebut, sehingga ia akan merasa tak pantas jika berbuat baik, yang notabene menyalahi keyakinannya sebagai anak nakal dan bengal tersebut?.

Pernahkah kita sebagai orang tua mendidik anak-anak kita dengan seperti itu? Lalu Bagaimana Mendidik Dengan Cinta itu? Temukan panduan dan solusinya dalam buku monumental seri parenting karya Irawati Istadi ini. Buku Mendidik Dengan Cinta ini akan sangat membantu anda dalam mendidik buah hati anda.

Testomoni tentang buku Mendidik Dengan Cinta :

“Mengapa metode terbaik tidak membawa hasil yang baik? Karena tak ada cinta. Mengapa kuatnya kemauan dan ketatnya disiplin dalam mendidik anak terkadang justru membuat anak-anak itu tak punya inisiatif? Karena hilangnya cinta. Tapi mengapa besarnya cinta kita kepada anak tak membuat mereka tumbuh kreatif? Karena kita lupa untuk mendidik mereka dengan cinta. Kita mencintai mereka, tapi tidak mendidiknya dengan cinta. Bagaimana mendidik anak dengan cinta? Itulah yang ingin dijawab oleh buku ini” (Mohammad Faudzil Adhim)

“Setiap anak terlahir dalam kesucian. Kesucian itu berada dalam hati. Hati hanya bisa disentuh dengan hati. Cinta hanya keluar dari hati. Mendidik Anak Dengan Cinta akan menyentuh hati. Cinta yang didasari keyakinan kepada Ilahi. Semoga anak-anak kita menjadi penyejuk mata dan penghuni surga” (Ninih Muthmainah)

“Buku ini sangat menarik dan bermanfa’at untuk dibaca serta dipelajari. Kandungannya tidak saja mengulas dari sudut psikologis. Namun yang lebih penting adalah diperkuat dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Hal mana menjadi semakin lengkap, mengingat manusia berdimensi 4:fisik – psikis – sosial dan spiritual” (Dra. Okky Asokawati,Psi)

Be Sociable, Share!

One Response so far.

  1. pesan 1 eks. kirim ke Cikupa Tangerang